Republic of Malaysia | Local Campaigns Resources

July 28, 2008

Struggles Republic Continues : Thanks Global Support

Our Struggles : Chapter VII : The Proposals

.

Beijing 2008 - full coverage at abc.net.au/olympics

.

Setiap Sesuatu Berlaku

Mesti ada Sebabnya

Whatever Goes Around, Comes Around

If one don’t agree on this struggles, means they are just a minority chauvinist who thought they are successful in their life

..In search for an ideal Leadership

One Struggle must have the Basis

One Woes must have the Objective

One Rift must have the Obsession

Above All : To have a Republic in us is

A Courage to Ideal Possession

Before the Two Palms Strikes..”

20.08.2008

.

Statistik Politik nya, Polity Malaysia is Guilty of Sedition

CRONY and SATANIC breeds are Guilty to Failed Nation

POLITY dah TERLAMBAT, TIBA MASA NYA MALAYSIA BANGUN HADAPI TANTANGAN YANG MENGHAMBAT MIMPI PATRIOTISMA

ini bukan lagi perjuangan Mahathir, Badawi, Kadir, Zaba atau Rahman.

Ini perjuangan Malaysia abad 21. Anda untuk Anda, Isteri dan Cicit Anda.

.

We thank all sympathizers,

We pity all fighters

We thank all thinkers

to drive this objective a success !!



.

Victimised, Helpless and Silenced

.

While all this mud-slinging is seen as political games by the polity, a far more serious debate is occurring among the elite.

Ruang untuk rakyat biasa tidak didengari. Dulu rakyat kerajaan lama pernah di jajah, ke rajaan mereka di telanjang lacur rampas, kini mula lagi sejarah langkah sejarah, anak cucu cicit mereka si Temenggung akan melarat sama.

Since independence, it has been taken for granted that Ketuanan Melayu (Malay dominance) is the bedrock of the Malaysian political system.

Ketuanan Melayu hanyalah mitos yang di propagandakan oleh  polity yang sama sama mereka yang telah me telanjang lacur rampas hak Melayu Cina India lama, di bantu oleh satan British dan Tunku Rahman yang menggunakan nama ke rajaan sebagai adab lantai melayu sedangkan dia hanya lah macai agenda British.

Malays and CRONIES occupy all the top positions in the key institutions such as the police, armed forces, civil service and universities.

Sejarah tukar milik ke rajaan 100 tahun dulu masih belum lama, sejarah masih dipertikai kan, sejarah di sekolah hanya omokan, Indonesia lebih kenal Malaysia sebagai adik kecil yang masih pekak bagai budak umur tiga tahun. Si Melayu Cina India kampung, sekali lagi telah di rasuah untuk mendengar kata dan di jenama kan dengan  budaya subsidi, sedangkan itu lah asas nya politik wang, sehingga korupsi rasuah wang dan budaya itu di anggap penting sama seperti budaya British, jika tidak kenal, maka tidak dapat merasa kekayaan samarata (equal opportunity). Dan digunakan bahasa Islam, mengatakan jika tak berusaha, maka tuhan disalah kan bahawa tuhan tidak akan membantu, sehingga hilang perasaan kasihan sebagai manusia, sebagai insan, lantas yang lemah terus di tindas, dan mengatakan ..aku dah kaya, itu dah rezeki terpijak aku, kau nak kaya? kau kena usaha..tapi jelas, punca nya di bank, tidak kenal? atau tidak kaya? maka..anda hanya lah di status rakyat subsidi, atau rakyat tonggeng.

An ambitious affirmative action policy launched in 1971 gave Malays preferential treatment in all political, social and economic spheres. Non-Malays were expected to put up with certain levels of racial discrimination in return for citizenship and a relatively free hand in the economy.

Maka bangunlah manusia yang dikenali sebagai Cina kaya dan India kaya yang mengambil hak dasar kekayaan mereka mengikut haloba satan, dan yang mengikut adalah bangsa Melayu yang telah di tonggeng kan dengan judi Lim Goh Tong, pelacuran Hang Li Po, penipuan Bank Bumiputera, dan besar kepala Raja Raja Melayu yang tak sadar diri hidup di angkat dari Temenggung Lanun dan hanya bernasib baik diri di untung dengan cara menipu Raja Melayu Lama, tapi..lupa bahawa ada rakyat lama dan keluarag asal Melayu lama masih terus berjuang dan meraih simpati di luar negeri dan di dalam negeri..

Anyone criticising the ”special rights” of Malays was guilty of sedition.

Dunia sudah berubah, sesiapa pun boleh saman sesiapa. Bukti Ke Rajaan dan Pemerintah Malaysia gagal membawa institusi hidup adil dan berdaulat sangat lengkap di website dan serata dunia. Snappy, itu lah yang dimaksudkan pada Chapter I yang dibahaskan, tiada jalan lain selagi jalan untuk membawa kesadaran. Manusia Malaysia yang sedang berlaku sekarang ini hanyalah terbuai oleh mimpi, dadah, seks dan budaya binatang yang langsung tidak menghormati ini kata hidup sebagai manusia human sebenar, kita tahu mereka goyah, mereka juga tahu kita goyah, namun, mereka tahu, zaman sudah berubah..dan ini bukan kerana Dr.Mahathir atau Pak Lah, ini adalah kerana kesadaran arti sebenar nya Manusia. dan Makrifah.

.

Ko Yem Binjai


Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: