Republic of Malaysia | Local Campaigns Resources

August 25, 2008

Pesanan | Blogged

Filed under: Ko Yem Binjai, Malaysia, Republic of Malaysia — Tags: , , — Nun Ha Alliance @ 4:46 pm

REPUBLIK of MALAYSIA : PELAJARI : FOKUS

Demi Dini hari dan Subuh dan Hari yang Mendengar,

Bismilllah.

Ladies and Gentleman,

Hari ini kita akan mendengar apa mahu nya si Tian Chua. Apa mahu nya si komponen PKR dalam tangani isu manusiawi yang kita tunggu kan. Kita sudah membaca apa mahu nya HINDRAF dalam perutusan surat kepada Jabatan. Kita sudah melihat permainan yang jelek dalam tempoh pentadbiran Kerajaan Perkongsian yang di canangkan oleh PM Malaysia. Kita sudah dengar kebangkitan suara Mega ke atas SBY. Kita sudah mendengar apa maunya Papua. Kita juga sudah mendengar rayuan si Amnesty dalam menangani isu sosial di negara ini dan yang akan tersebar di RANTAU ini. My fellow friends in General Santos and the Philippine, and all over ; I dedicatthe world; this message to is enable us to sustain our trust in commanding the right of what we have been looking and amazed us since the last 30 years. Satu tempoh yang panjang untuk kita menilai sebagai orang kecil orang cilik yang mempunyai kebanggaan kita kepada Malaysia. Kita bangga menjadi Rakyat Malaysia. Kita bangga menjadi rakyat Nusantara, Kita bangga menjadi rakyat dunia. Namun, atas kegagalan kita yang dijatuh kan kepada kita, Kita tetap dimalukan di mata luar, oleh permainan kotor lagi jelek lagi memalukan untuk kita terus mengaku kita orang Asia, sedangkan kulit kita terpahat kekal di mata mereka. Kita telah lagi diperlambatkan dan di hegeh kan demi mahu menunggu deklarasi nya Tian Chua. Maka kita akan tunggu melihat apa mau nya si dia, demi partai nya. Tapi – bukan kerana Cina nya. Kita telah melihat permainan kesemua nya dan kita akan bicara kan apa mau nya KITA pada suatu hari nanti. MAU NYA KITA mereka tahu, tapi mereka tidak mendengar mereka khianat mereka lupa. Sesungguh nya mereka masih lagi buta dan pekak dalam menilai lantai basah di depan pintu mereka, seperti anak kecil 3 tahun.

Demi Langit yang Kau turun kan Hujan,

Kebangkitan bangsa dan Nusantara yang akan kita tempoh adalah satu kesatuan kepada kita semua, dalam menghadapi si kepala kepala satan yang telah menodai kita, yang telah mempergunakan pengkhianat bangsa demi merangkul juara dan merebut harta tanah hasil bumi kita. Kita telah di jajah dan sekarang kita akan terus di jajah oleh liberalisma dalam demokrasi parlimen mereka, sedang kan mereka membelakang kan maruah bangsa demi kerakusan mereka, se mau nya dengan kaedah demokrasi yang sangat perih kita telan.

Kepada teman teman yang berbangsa India, maaf kan aku jika tidak kerana salah nya bahasa si Melayu sombong yang mengatakan kau ular, sedang kan mereka tak paham bahasa kavadi yang di junjung semangat jujur niat kamu, demi kuil dan langit kamu, ketuhanan kamu, kerana mereka tak paham suarsa bahasa sanskrit yang tumbuh dalam jiwa kita. Maaf kan aku sebagai Melayu nya kelahiran aku, sebagai Melayu nya kau dalam kelahiran aku, kerana jengkel kita saling bermain di estet semasa kecil dan sama sama mendayung perahu mencari lokan di pesisir sungai, kerana sama sama kita pelajari buku demi  eperiksaan di sekolah dulu.Demi dengkel benak nya mereka tidak memahami mahu nya kita sebagai manusia.

Kepada teman teman Cina yang sama kita makan sepinggan demi susah nya kita dengan pinggan ayan, demi susahnya bapak kita mencari beras untuk kita makan, demi susahnya kita ber baju koyak dan seluar pendek yang di campak kepada kita oleh abang abang kita, demi bag kantong plastik yang kita bawa ke sana sini sekeliling dunia demi mencari rezeki sesuap nasi untuk anak anak kita, segenggam emas untuk ibu ibu dan isteri kita, BERSATU LAH dengan jernih, bersatu kita melihat permainan si tamak, si rakus, si kaya yang punya kehidupan tinggi lagi memartabat kan diri mereka, biar mereka tahu kita menitis kan air mata melihat masa depan anak anak kita, yang semakin di lempar di bumi sendiri – sedang kan pantas lantaran kita tidak di dengar.

KITA akan LIHAT dan NILAI kan apa deklarasi nya si Tian Chua. Kita tidak sekongkol dengan mereka, selagi mereka masih punya manifesto mebelakngkan kaum satu sama lain nya, selagi bahasa mereka tidak satu dengan bahasa kita yang bisa menimbulkan fitnah antara kita. TIDAK. Kita tidak sekongkol selagi mereka mencebur kan kita dalam kancah yang lebih merumitkan partai mereka. KITA TETAP SATU. KITA TIDAK BUTA. Kita lihat apa mau nya sekali ini, walau pun sudah banyak dari mereka yang sudah lebih kaya dari kita. Kita lihat berapa besar lagi rumah yang mahu di bina mereka. Kita akan lihat, betapa dia mengatakan darah kita mahu mengalir demi mahu membangun kan anak anak kita. Kita lihat permainan Sultan dan Satan yang sudah ber mahara jalela di satu sen kelopak mata mereka. Mereka belum puas. Nilai kita hanya lah satu sen di kelopak mata mereka. Kita lihat. Kita pelajari deklarasi nya.

Sesungguh nya demi Rasul yang berkongsi demi ketuhanan kamu si Hindu, demi kemuliaan kamu si Buddha, hari ini kita tunjang kan hasrat saraf kita, kita kompromi kan lagi hasrat kita demi hanya pelajari si Tian Chua. Namun jangan kita terpesong dengan dakyah mereka yang merusakkan yang meneruskan hasrat bicara kita demi kehausan rakyat yang mau kan KESERATAAN. Biar mereka berbicara elit biar mereka berbicara bahasa tentara biar mereka bicara bahasa acara, kita lihat demi bahasa kita bahasa manusia bahasa Malaysia bahasa Nusantara. Kita lihat. Se mau kita jika agar matang jangan lah deklarasinya hanya deklarasi anak kecil yang masih di pangkuan kendongan kita. Hanya demokrasi REPUBLIK yang kita mahu kan.

Fokus. Kembali kita fokus agenda KEMANUSIAAN REALITI kita. Fokus.

Hanya Imam, Pendita, Pemegang Adat, yang mengerti bisa mengerti kan.

Sampai kan.

<nun>noon<H>

.30June2008

Posted : KYB

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

From : Noon H

.

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: